Hamil adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan suami-istri, terutama pasangan pengantin baru. Namun tahukan kalian kalo ternyata seorang Ibu hamil itu makannya tidak boleh sembarangan. Ada makanan-makanan tertentu yang tidak boleh dimakan oleh ibu hamil, pasalnya janin dalam kandungan rentan terhadap bakteri.
Jumat, 26 Oktober 2012
Tips Kesehatan dan Makanan Sehat Bagi Ibu Hamil
Kehamilan sangat penting bagi kehidupan wanita karena dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiologis dan kejiwaan. Pada minggu-minggu pertama kehamilan dapat mengganggu nafsu makan ibu turun. Untuk itu sebaiknya ibu hamil makan dalam jumlah kecil namun sering. Makanan yang diasup hendaknya tidak kekurangan juga tidak kelebihan. Namun yang pasti harus banyak mengandung vitamin dan mineral yang banyak diperlukan ibu hamil.
Tips Mengatasi Berat Badan Gemuk Ibu Hamil
Menjaga kesehatan bagi semua orang sangat penting baik itu kesehatan jasmani atau rohani, karena kesehatan merupakan modal utama dalam kehidupan. Segala aktivitas manusia akan berlangsung baik dan sukses bilamana kondisi kesehatannya sempurna. Karena itulah kita perlu menjaga pola hidup yang sehat terlebih bagi ibu hamil.
6 Tips Mengatasi Kram dan Bengkak Kaki Ibu Hamil
Kram atau pembengkakan kaki pada ibu hamil sering terjadi pada banyak kasus. Sebabnya antara lain akibat terganggunya sirkulasi pembuluh darah balik dan meningkatnya tekanan pada kedua kaki karena berat ibu yang semakin bertambah. Gangguan sirkulasi ini terjadi karena uterus/rahim yang membesar menekan pembuluh darah yang ada di area panggul saat Ibu sedang duduk atau berdiri dan menekan pembuluh darah saat posisi berbaring terlentang.
7 Masalah kehamilan yang memalukan
Kehamilan adalah sebuah pengalaman paling luar biasa bagi sepasang suami-istri. Kehamilan bisa membawa suka cita, harapan, dan menimbulkan gejolak emosi. Selama kehamilan, wanita akan mengalami berbagai perubahan, baik fisik maupun psikis. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa masalah kehamilan yang ternyata cukup memalukan. Penasaran? Berikut adalah tujuh masalah kehamilan yang memalukan, seperti dilansir Boldsky.
1. Sering kentut
Kentut menjadi pengalaman memalukan yang terjadi selama kehamilan. Perubahan hormon memperlambat proses pencernaan saat hamil. Alhasil, wanita hamil jadi lebih sering kentut atau buang angin.
2. Sering kencing
Wanita hamil biasanya mengalami inkontinensia atau ketidakmampuan mengontrol buang air kecil. Ketika batuk atau tertawa keras, ia secara tidak sengaja bisa mengeluarkan sedikit air kencing dari kandung kemihnya. Ups! Ketahuan ngompol deh.
3. Bau tidak sedap
Ketika hamil, indra penciuman wanita menjadi semakin sensitif. Hal ini disebabkan oleh produksi lendir yang berlebihan selama kehamilan. Bahkan, wanita hamil bisa membenci aroma tubuhnya sendiri lho. Sebagian wanita juga mengalami masalah memalukan, seperti bau vagina yang tidak sedap selama kehamilan.
4. Pertumbuhan rambut
Wanita hamil akan mengalami perubahan fisik seperti pertumbuhan rambut yang lebat di bagian-bagian tertentu, misalnya wajah, payudara, perut, dan punggung. Sebagian wanita merasa risih ketika banyak rambut mulai muncul di tubuh mereka.
5. Masalah kulit
Perubahan hormon memicu terjadinya masalah kulit seperti jerawat, komedo, dan peradangan kulit lainnya. Akibatnya, kulit jadi tampak kusam dan tidak terawat deh.
6. Wasir
Semua wanita hamil akan menderita wasir, yang disebabkan adanya pembengkakan pembuluh darah di daerah sekitar anus. Lakukan diet berserat tinggi untuk mengatasi masalah sembelit selama kehamilan.
7. Berat badan
Wanita akan mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan. Perubahan fisik ini terkadang ditanggapi negatif oleh sebagian wanita yang sangat memperhatikan penampilan tubuh mereka. Efeknya, mereka merasa tidak menarik dan mulai tidak percaya diri.
Kehamilan adalah salah satu fase kehidupan yang dilewati oleh kaum wanita. Namun, Anda tak perlu khawatir untuk menjalaninya. Dengan dukungan keluarga dan pasangan, Anda pasti bisa melaluinya .
Makanan Sehat Ibu Hamil Muda / Tua
Makanan Ibu Hamil yang sehat saat hamil muda atau tua, saat-saat masa kehamilan merupakan hal terpenting untuk diperhatikan, Mengongtrol konsumsi makanan dan tidak sembarangan adalah merupakan kewajiban demi menjaga kesehatan janin / jabang bayi dan ibu itu sendiri yang sedang hamil. Menentukan dan memilih makanan-makanan yang mempunyai kandungan Gizi yang baik mempunyai pengaruh terhadap perkembangan bayi kelak.
Terkadang wanita pada hamil pertama masih banyak yang belum mengetahui makanan ibu hamil, atau juga mengetahui tetapi terkadang malah mengindahkan saran makanan sehat itu. Dan saat terpenting saat hamil muda yang sangat sensitif pada janin jadi Makanan Ibu Hamil Muda harus diperhatikan betul. Di bawah ini akan diulas bikin betah mengenai daftar makanan ibu hamil, dan tips makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi saat hamil.
Makanan Ibu Hamil
Mempunyai bayi yang sehat dan normal adalah keinginan semua orang tua, jadi perlu kalian perhatikan benar-benar dalam mengkonsumsi makanan yang bergizi, lalu makanan apa saja yang baik buat wanita yang sedang hamil, berikut panduan dalam memilih makanan Ibu hamil yang sehat.
1. Konsumsi Makanan yang berkarbohidrat.
Karbohidrat adalah sumber utama kalori buat ibu [wanita yg sedang hamil] dan janin. Makanan yang mempunyai nilai karbohidrat baik seperti berasal dari nasi, roti, sereal, kentang, dan lain lain.
2. Konsumsi Makanan yang berprotein tinggi
Makanan yang mengandung berprotesin tinggi antara lain Telur, Ikan, Kacang, Daging & Susu. Mengapa ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang mempunyai protein tinggi dikarenakan protein ini berguna untuk membentuk jaringan baru untuk janin.
3. Makanan yang kaya akan kalsium.
Dalam hal ini kalsium berguna dalam pembentukan tulang pada janin, jadi bila menginginkan tulang yang sehat dan kuat konsumsi makanan yang kaya dengan kalsium antara lain bisa di dapat dari susu, keju, yoghurt, ikan teri, dan lain-lain.
4. Konsumsi makanan mempunyai mengandung vitamin dan mineral.
Dalam hal ini sayuran dan buah2an yang mempunyai kandungan vitamin dan mineral. Makanan jenis sayuran dan buah2an ini juga kaya akan serat yang mempunyai peranan bisa mengatasi konstipasi saat-saat waktu kehamilan.
Agar lebih mudahnya buat para ibu hamil dalam menentukan makanan, berikut kadar menu makanan ibu hamil setiap harinya.
>> Makanan waktu sarapan pagi : susu ibu hamil, nasi, telur, tempe goreng, tumis kacang panjang.
>> Makanan waktu selingan pagi (sekitar pukul : 10.00 WIB) : satu mangkok bubur kacang hijau atau dua keeping biscuit crakelmeal.
>> Makanan waktu siang hari : nasi, ikan bakar, sayur asam, tahu, jus mangga.
>> Makanan waktu selingan sore hari (sekitar pukul : 16.00 WIB) : kolak pisang campur labu kuning.
>> Makanan waktu malam : nasi, empal daging, tempe bacem, orak-arik wortel plus kubis plus toge, papaya.
Dan tips penting tambahan untuk ibu hamil sebaiknya makanan itu dimasak dulu supaya tidak ada bakteri didalamnya, kemudian perbanyak minum air putih dan hindari minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi dan juga hindari minuman yang beralkohol karena sangat berbahaya buat janin dan ibu hamil itu sendiri.
Manfaat Terbaik Mangga untuk Ibu Hamil
Setelah membaca artikel manfaat mangga sebelumnya, kali ini akan diterangkan apa manfaat dari buah mangga bagi ibu hamil.Ibu hamil membutuhkan nutrisi yang lebih besar untuk kesehatannya dan bayinya. untuk itulah mangga sangat baik bagi ibu hamil karena memiliki gizi yang tinggi.
Makanan yang Dialarang Bagi Ibu Hamil
Tanaman nanas sebenarnya tanaman yang berasal dari Brazil atau daerah Amerika latin, tanaman ini sangat enak untuk dimakan apalagi untuk di bikin rujak atau manisan bahkan kripik nanas. Nanas muda sebagai obat tradisional untuk terlambat haid memang sangat banyak dibahas terlepas benar apa tidak nya, Dalam dunia kedokteran manapun belum ada yang bisa menerangkan kenapa nanas muda dapat menggugurkan kandungan bagi ibu hamil, tapi pada prakteknya ternyata buah nanas muda dapat membuat kandungan ibu hamil keguguran
Makanan yang dapat menyebabkan keguguran untuk ibu hamil
Buah nanas penyebab keguguran – Di dalam ilmu kedokteran belum ada yang bisa menerangkan bahwa nanas dapat menggugurkan kandungan, Maka anda sebaiknya berhati hati saja bila mengkonsumsi nanas muda, hindari bagi wanita yang hamil muda, karena mitos dari buah nanas muda ternyata dapat menggugurkan kandungan si buah hati anda.
Efek Samping dari buah nanas
Buah Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis obat yang dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid. Karena itu, perempuan hamil dilarang mengkonsumsi nanas muda.
Secara umum, makanan yang layak dipantangi untuk ibu hamil, antara lain:
- makanan yang dimasak kurang matang atau daging mentah
- makanan atau minuman yang mengandung mercuri dan alkohol
- makanan yang bersifat ‘panas’ seperti nenas, durian.
- makanan yang mengandung ragi
- minuman yang mengandung kafein
6 Makanan sehat untuk ibu hamil
Wanita membutuhkan asupan nutrisi yang tepat selama masa kehamilan. Janin menyerap nutrisi makanan dari apa yang dimakan oleh ibunya. Maka, Anda harus sangat berhati-hati dalam memilih makanan selama kehamilan. Bingung mau makan apa? Tenang! Anda bisa mengonsumsi tujuh makanan super sehat yang baik untuk bayi dalam kandungan Anda. Mau coba?
Resep Cepat Hamil, Bercinta Dua Hari Sekali Usai Haid
MENGETAHUI waktu yang terbaik untuk melakukan pembuahan harus diketahui oleh pasangan suami-istri jika ingin mendapatkan kehadiran buah hati dalam kehidupan keluarga. Lalu, kapankah waktu yang tepat dan baik bagi mereka agar berhasil mendapatkan momongan?
Inilah Makanan Wajib Ibu Hamil
MEMILIH dan mengonsumsi makanan-makanan sehat merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh ibu hamil (bumil). Tapi, ada beberapa makanan yang tidak boleh lupa disertakan dalam variasi menu harian bumil.
Berikut pilihan makanan yang wajib disertakan dalam menu harian ibu hamil, sebagaimana dilansir The Pregnancy Zone.
Alpukat
Alpukat kaya akan asam folat yang penting untuk perkembangan otak bayi dan sistem saraf. Selain itu, alpukat juga kaya vitamin B6, vitamin C, dan kalium.
Tak hanya itu saja, buah alpukat berguna menjaga kelancaran saluran pencernaan. Sehingga, ibu hamil yang rawan mengalami sembelit dapat terbantu dengan mengonsumsi buah in.
Brokoli
Ini juga merupakan makanan penting untuk ibu hamil. Pasalnya, brokoli banyak mengandung vitamin C, vitamin A, dan tinggi kalsium, nutrisi-nutrisi yang diperlukan pada setiap ibu hamil untuk imunitas dan kekuatan tulang. Brokoli juga mengandung asam folat yang sangat penting untuk bayi.
Wortel
Kekayaan wortel akan vitamin A sangat penting untuk perkembangan mata, tulang, dan gigi bayi. Banyak wanita makan wortel sebagai camilan, tapi tentu saja ada banyak hidangan yang dapat Anda sertakan wortel di dalamnya.
Telur dengan DHA
Hal terbaik tentang makanan ini untuk dimakan saat hamil karena kandungan protein dan kalorinya yang rendah. DHA merupakan jenis asam lemak omega-3, yang merupakan salah satu lemak yang baik. Asam lemak omega-3 berguna untuk pembentukan jaringan retina dan otak sang jabang bayi.
Edamame
Edamame dapat dijadikan camilan sehat untuk bumil. Pasalnya, edamame mengandung nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil, seperti kalsium, protein, asam folat, vitamin A, dan B.
Lentil
Lentil juga mengandung nutrisi baik untuk bumil, seperti protein, asam folat, zat besi, dan vitamin B6. Hal terbaik lainnya dari lentil ialah mereka baik untuk usus dan Anda bisa memasak mereka dengan apa pun untuk menambah rasa lebih khusus karena mampu menyerap semua rasa.
Mangga
Mangga kaya akan vitamin C dan A, oleh karenanya bumil jangan ragu untuk mengudap mangga. Selain itu, mangga juga tinggi kalium. Kalium berfungsi untuk mencegah dan meredakan kram.
Kacang-kacangan
Kacang-kacangan mengandung banyak mineral penting, seperti mangan, tembaga, selenium, magnesium, kalium, seng, dan kalsium, yang kesemuanya dibutuhkan bumil dan jabang bayi selama masa kehamilan.
Makanan Pantangan Ibu Hamil
Makanan Pantangan Ibu Hamil - Jangan sembarang mengkonsumsi makanan saat sedang hamil. Info penting nie jeng, yuk simak Makanan Pantangan Ibu Hamil di bawah ini. Agar tau makanan apa saja yang baik di konsumsi dan yang berbahaya di konsumsi baik bagi janin yng di kandung maupun bagi sang ibu yng mengandung.
Pantangan Makanan Ibu Hamil
Pola makan bagi wanita hamil harus mendapatkan perhatian khusus. Kekurangan nutrisi pada wanita hamil dapat mengganggu pertumbuhan janin, otak janin, maupun timbulnya komplikasi kehamilan maupun persalinan. Selain itu malnutrisi juga berpeluang menyebabkan kecacatan. Oleh karena itu wanita hamil harus mengonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan berkualitas. Ada beberapa jenis makanan atau minuman yang harus dihindari oleh wanita hamil, di antaranya sebagai berikut:
Makanan Sehat untuk Ibu Hamil
Ada banyak makanan sehat untuk ibu hamil agar bayi Anda mendapatkan nutrisi yang cukup. Para ahli telah membahas beberapa makanan sehat untuk ibu hamil. Anda tidak perlu menyukai atau makan mereka semua, tetapi mengambil dan memilih favorit Anda memberikan gizi bagi perkembangan janin Anda. Berikut makanan sehat untuk ibu hamil
Beberapa Makanan yang Harus di Hindari Ibu Hamil
Hamil adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan suami-istri, terutama pasangan pengantin baru. Namun tahukan kalian kalo ternyata seorang Ibu hamil itu makannya tidak boleh sembarangan. Ada makanan-makanan tertentu yang tidak boleh dimakan oleh ibu hamil, pasalnya janin dalam kandungan rentan terhadap bakteri.
Minggu, 22 Agustus 2010
Inilah Tahapan Proses Program Kehamilan
Demi memastikan peluang kehamilan yang ada, pasangan harus menjalani berbagai tahapan pemeriksaan. Untuk istri dan suami akan dilakukan pemeriksaan berbeda. Suami akan ditangani oleh seorang androlog atau urolog, sementara istri ditangani oleh ahli kandungan dan kebidanan. Hanya saja, tahapannya tak jauh berbeda. Inilah dia:
1. Wawancara
Pada istri, dokter akan menanyakan kondisi pola haidnya. Jika memang bermasalah, problem haid inilah yang akan dibereskan terlebih dulu sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Mengapa? Sebab menstruasi terkait erat dengan masa subur. Jadi besar kemungkinan masalah haid yang dialami seorang istri merupakan penyebab utama mengapa kehamilan tidak terjadi selama ini. Sementara pada suami, pemeriksaan yang dilakukan umumnya difokuskan pada sistem reproduksinya.
2. Pemeriksaan fisik
Hasil konsultasi akan digabungkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter pun akan memastikan ada tidaknya gangguan yang dapat menghambat terjadinya kehamilan. Jika memang ada diagnosis yang menunjukkan permasalahan patologis (penyakit), pasien akan dirujuk ke dokter kandungan yang ahli di bidang fertilitas.
Pada pria, umumnya pemeriksaan fisik (yang dilakukan oleh androlog atau urolog) menyoroti kondisi saluran sperma, kondisi testis, dan ada tidaknya gangguan seperti varikokel (varises di buah zakar), testis tidak turun, ejakulasi balik, sumbatan di epididimis atau saluran ejakulasi, dan lubang kencing yang salah tempat (hypo-epispadia). Dilihat juga kemungkinan adanya kesulitan ereksi atau ketidaknormalan penis. Sementara, pemeriksaan analisis sperma dapat dilakukan kapan pun dengan persyaratan tertentu.
3. Pemeriksaan radiologi
Dugaan masalah pada organ reproduksi Anda yang letaknya di bagian dalam akan dibuktikan dengan pemeriksaan radiologi hysterosalpingography (HSG). Pada tes ini, dokter menggunakan alat rontgen untuk melihat bentuk fisik dari saluran tuba dan rahim. Tes dimulai dengan memasukkan cairan kontras ke rahim melalui vagina untuk melihat adakah sumbatan-sumbatan di situ.
Bila diperlukan bisa juga dilakukan pemeriksaan laparoskopi. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan alat yang disebut laparoskop guna melihat keadaan bagian dalam rongga perut Anda. Dokter akan membuat irisan kecil pada kulit perut bagian bawah lalu memasukkan alat laparoskop ini. Melalui kamera yang terdapat di laparoskop, dokter dapat melihat kondisi ovarium, saluran tuba, dan rahim. Siapa tahu terjadi masalah fisik yang disebabkan oleh suatu penyakit. Sekiranya terdapat ketidaknormalan pada selaput lendir rahim (endometriosis), dokter juga dapat menemukannya dengan alat ini.
Narasumber: Dr R. Muharam, SpOG (K), praktek di SamMarie, Family HealthCare, Jakarta, dan Dr Bambang Fajar, SpOG, praktek di Bintaro Jaya Sektor III, Tangerang
sumber: Dedeh/Zali/Tabloid Nakita, kompas.com
1. Wawancara
Pada istri, dokter akan menanyakan kondisi pola haidnya. Jika memang bermasalah, problem haid inilah yang akan dibereskan terlebih dulu sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Mengapa? Sebab menstruasi terkait erat dengan masa subur. Jadi besar kemungkinan masalah haid yang dialami seorang istri merupakan penyebab utama mengapa kehamilan tidak terjadi selama ini. Sementara pada suami, pemeriksaan yang dilakukan umumnya difokuskan pada sistem reproduksinya.
2. Pemeriksaan fisik
Hasil konsultasi akan digabungkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter pun akan memastikan ada tidaknya gangguan yang dapat menghambat terjadinya kehamilan. Jika memang ada diagnosis yang menunjukkan permasalahan patologis (penyakit), pasien akan dirujuk ke dokter kandungan yang ahli di bidang fertilitas.
Pada pria, umumnya pemeriksaan fisik (yang dilakukan oleh androlog atau urolog) menyoroti kondisi saluran sperma, kondisi testis, dan ada tidaknya gangguan seperti varikokel (varises di buah zakar), testis tidak turun, ejakulasi balik, sumbatan di epididimis atau saluran ejakulasi, dan lubang kencing yang salah tempat (hypo-epispadia). Dilihat juga kemungkinan adanya kesulitan ereksi atau ketidaknormalan penis. Sementara, pemeriksaan analisis sperma dapat dilakukan kapan pun dengan persyaratan tertentu.
3. Pemeriksaan radiologi
Dugaan masalah pada organ reproduksi Anda yang letaknya di bagian dalam akan dibuktikan dengan pemeriksaan radiologi hysterosalpingography (HSG). Pada tes ini, dokter menggunakan alat rontgen untuk melihat bentuk fisik dari saluran tuba dan rahim. Tes dimulai dengan memasukkan cairan kontras ke rahim melalui vagina untuk melihat adakah sumbatan-sumbatan di situ.
Bila diperlukan bisa juga dilakukan pemeriksaan laparoskopi. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan alat yang disebut laparoskop guna melihat keadaan bagian dalam rongga perut Anda. Dokter akan membuat irisan kecil pada kulit perut bagian bawah lalu memasukkan alat laparoskop ini. Melalui kamera yang terdapat di laparoskop, dokter dapat melihat kondisi ovarium, saluran tuba, dan rahim. Siapa tahu terjadi masalah fisik yang disebabkan oleh suatu penyakit. Sekiranya terdapat ketidaknormalan pada selaput lendir rahim (endometriosis), dokter juga dapat menemukannya dengan alat ini.
Narasumber: Dr R. Muharam, SpOG (K), praktek di SamMarie, Family HealthCare, Jakarta, dan Dr Bambang Fajar, SpOG, praktek di Bintaro Jaya Sektor III, Tangerang
sumber: Dedeh/Zali/Tabloid Nakita, kompas.com
Lagi Hamil? Perhatikan Pola Makan Anda, Berikut 8 Tipsnya
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan selama kehamilan adalah pola makan, dan tentunya istirahat yang cukup. Sebab, apa yang Anda konsumsi mempengaruhi kondisi janin di dalam kandungan. Sebagai contoh, satu hal yang mungkin sudah sering Anda dengar, yaitu pentingnya mengonsumsi asam folat. Folat, baik yang terdapat dalam sumber makanan alami seperti sayuran dan buah-buahan, susu untuk ibu hamil, maupun dalam bentuk suplemen, perlu dikonsumsi bahkan sejak Anda merencanakan kehamilan. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan cacat bawaan pada bayi.
Untuk mengingatkan kembali apa yang perlu Anda konsumsi, simak 8 panduan berikut:
1. Gabungan energi: zat besi + vitamin C
Selama masa kehamilannya, kebutuhannya akan zat besi hampir dua kali lipat. Untuk mendapatkan lebih banyak manfaat zat besi dari sayuran, seperti buncis, artichoke, dan kacang merah, kombinasikan dengan makanan-makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah –buahan sitrusg, brokoli, paprika, maupun stroberi. Hal ini disebabkan zat besi yang berasal dari tumbuhan tidak diserap seefektif kandungan zat besi dari daging merah, ikan, dan daging unggas. Nah, vitamin C lah yang berfungsi menyerap mineral ini. Salah satu resep yang dapat dicoba: sereal yang diperkaya dengan zat besi dengan topping stroberi.
2. Maksimalkan penyerapan zat besi
Beberapa makanan, termasuk teh, kuning telur, susu, dan kedelai, mengandung senyawa-senyawa yang membatasi penyerapan zat besi. Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, hindari mengonsumsi makanan tersebut bersamaan dengan makanan kaya zat besi seperti daging, unggas, maupun ikan. Ibu hamil khususnya membutuhkan lebih banyak zat besi (dari 18 mg menjadi 27 mg per hari), karena bayi di dalam kandungan juga membutuhkannya.
3. Mengonsumsi asam folat
Perempuan yang sedang hamil, dan khususnya yang sedang merencanakan kehamilan, membutuhkan 400mikrogram asam folat dari suplemen dan makanan yang diperkaya dengan folat sebagai tambahan, seperti sayuran hijau, jeruk, dan gandum utuh. Asam folat adalah vitamin B yang bermanfaat untuk menurunkan resiko cacat tabung saraf (neural tube defects). Perlu diketahui bahwa sebagian besar multivitamin mengandung asam folat, tetapi tidak semua multivitamin tersebut dapat mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil, atau yang sedang merencanakan kehamilan. Cek dulu informasi nutrisi pada label kemasan ketika Anda memilih salah satunya.
4. Mempertahankan kadar cairan dalam tubuh
Kekurangan cairan, dapat membuat Anda merasa lelah dan lemah, jadi, pastikan Anda cukup minum.Pada ibu hamil, volume darah meningkat secara signifikan, sehingga butuh banyak cairan untuk mempertahankannya. Banyak minum air juga dapat membantu pencernaan dan mengurangi sembelit. Cobalah untuk minum air setiap kali Anda makan, dan di sela-sela kegiatan Anda. Anda juga bisa minum jus atau susu sesekali untuk menambah beberapa nutrisi dan kalori yang diperlukan tubuh.
5. Mengatasi sembelit
Salah satu penyakit ibu hamil adalah sembelit. Hal ini disebabkan oleh hormon kehamilan dapat memperlambat pencernaan. Untuk membantu meringankan sembelit, Anda dapat mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat tinggi, seperti sayuran, kacang, gandum utuh, dan sereal bekatul. Selain itu, jangan bosan minum air putih (antara 8 hingga 10 gelas dalam sehari).
6. Jangan lupa asupan kalsium
Kalsium diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Saat Anda hamil, kalsium di dalam tubuh Anda akan diserap oleh janin, terutama bila ia tidak mendapatkannya dari makanan. Anda bisa memilih susu berkalsium tinggi yang non-fat atau low-fat. Yoghurt, keju, butter, dan es krim juga bisa jadi sumber kalsium yang baik.
Selain dari segi pola makan, Anda juga perlu memperhatikan cara Anda menyimpan dan memperlakukan peralatan makan:
7. Suhu aman untuk menyimpan makanan
Riset terbaru menunjukkan bahwa resiko listeriosis -penyakit bawaan makanan yang dapat membahayakan wanita hamil dan janin- akan berkurang banyak ketika makanan didinginkan dalam suhu yang aman. Suhu di dalam lemari pendingin sebaiknya tidak lebih dari 4 derajat Celcius. Hanya gunakan termometer kulkas untuk memastikan suhu yang aman.
8. Menjaga kebersihan tangan dan peralatan memasak
Untuk mengurangi resiko bawaan pada makanan (yang menjadi lebih berbahaya ketika Anda sedang hamil), cuci buah-buahan dan sayuran segar sebelum Anda mengonsumsinya. Pastikan daging dimasak dalam suhu yang tepat. Terutama, bersihkan juga tangan Anda berikut peralatan memasak, entah itu pisau, panci, atau talenan, yang sudah terpapar daging mentah.
Sumber: Eating Well, Editor: din, kompas.com
Untuk mengingatkan kembali apa yang perlu Anda konsumsi, simak 8 panduan berikut:
1. Gabungan energi: zat besi + vitamin C
Selama masa kehamilannya, kebutuhannya akan zat besi hampir dua kali lipat. Untuk mendapatkan lebih banyak manfaat zat besi dari sayuran, seperti buncis, artichoke, dan kacang merah, kombinasikan dengan makanan-makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah –buahan sitrusg, brokoli, paprika, maupun stroberi. Hal ini disebabkan zat besi yang berasal dari tumbuhan tidak diserap seefektif kandungan zat besi dari daging merah, ikan, dan daging unggas. Nah, vitamin C lah yang berfungsi menyerap mineral ini. Salah satu resep yang dapat dicoba: sereal yang diperkaya dengan zat besi dengan topping stroberi.
2. Maksimalkan penyerapan zat besi
Beberapa makanan, termasuk teh, kuning telur, susu, dan kedelai, mengandung senyawa-senyawa yang membatasi penyerapan zat besi. Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, hindari mengonsumsi makanan tersebut bersamaan dengan makanan kaya zat besi seperti daging, unggas, maupun ikan. Ibu hamil khususnya membutuhkan lebih banyak zat besi (dari 18 mg menjadi 27 mg per hari), karena bayi di dalam kandungan juga membutuhkannya.
3. Mengonsumsi asam folat
Perempuan yang sedang hamil, dan khususnya yang sedang merencanakan kehamilan, membutuhkan 400mikrogram asam folat dari suplemen dan makanan yang diperkaya dengan folat sebagai tambahan, seperti sayuran hijau, jeruk, dan gandum utuh. Asam folat adalah vitamin B yang bermanfaat untuk menurunkan resiko cacat tabung saraf (neural tube defects). Perlu diketahui bahwa sebagian besar multivitamin mengandung asam folat, tetapi tidak semua multivitamin tersebut dapat mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil, atau yang sedang merencanakan kehamilan. Cek dulu informasi nutrisi pada label kemasan ketika Anda memilih salah satunya.
4. Mempertahankan kadar cairan dalam tubuh
Kekurangan cairan, dapat membuat Anda merasa lelah dan lemah, jadi, pastikan Anda cukup minum.Pada ibu hamil, volume darah meningkat secara signifikan, sehingga butuh banyak cairan untuk mempertahankannya. Banyak minum air juga dapat membantu pencernaan dan mengurangi sembelit. Cobalah untuk minum air setiap kali Anda makan, dan di sela-sela kegiatan Anda. Anda juga bisa minum jus atau susu sesekali untuk menambah beberapa nutrisi dan kalori yang diperlukan tubuh.
5. Mengatasi sembelit
Salah satu penyakit ibu hamil adalah sembelit. Hal ini disebabkan oleh hormon kehamilan dapat memperlambat pencernaan. Untuk membantu meringankan sembelit, Anda dapat mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat tinggi, seperti sayuran, kacang, gandum utuh, dan sereal bekatul. Selain itu, jangan bosan minum air putih (antara 8 hingga 10 gelas dalam sehari).
6. Jangan lupa asupan kalsium
Kalsium diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Saat Anda hamil, kalsium di dalam tubuh Anda akan diserap oleh janin, terutama bila ia tidak mendapatkannya dari makanan. Anda bisa memilih susu berkalsium tinggi yang non-fat atau low-fat. Yoghurt, keju, butter, dan es krim juga bisa jadi sumber kalsium yang baik.
Selain dari segi pola makan, Anda juga perlu memperhatikan cara Anda menyimpan dan memperlakukan peralatan makan:
7. Suhu aman untuk menyimpan makanan
Riset terbaru menunjukkan bahwa resiko listeriosis -penyakit bawaan makanan yang dapat membahayakan wanita hamil dan janin- akan berkurang banyak ketika makanan didinginkan dalam suhu yang aman. Suhu di dalam lemari pendingin sebaiknya tidak lebih dari 4 derajat Celcius. Hanya gunakan termometer kulkas untuk memastikan suhu yang aman.
8. Menjaga kebersihan tangan dan peralatan memasak
Untuk mengurangi resiko bawaan pada makanan (yang menjadi lebih berbahaya ketika Anda sedang hamil), cuci buah-buahan dan sayuran segar sebelum Anda mengonsumsinya. Pastikan daging dimasak dalam suhu yang tepat. Terutama, bersihkan juga tangan Anda berikut peralatan memasak, entah itu pisau, panci, atau talenan, yang sudah terpapar daging mentah.
Sumber: Eating Well, Editor: din, kompas.com
Lagi Hamil? Perhatikan Pola Makan Anda, Berikut 8 Tipsnya
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan selama kehamilan adalah pola makan, dan tentunya istirahat yang cukup. Sebab, apa yang Anda konsumsi mempengaruhi kondisi janin di dalam kandungan. Sebagai contoh, satu hal yang mungkin sudah sering Anda dengar, yaitu pentingnya mengonsumsi asam folat. Folat, baik yang terdapat dalam sumber makanan alami seperti sayuran dan buah-buahan, susu untuk ibu hamil, maupun dalam bentuk suplemen, perlu dikonsumsi bahkan sejak Anda merencanakan kehamilan. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan cacat bawaan pada bayi.
Untuk mengingatkan kembali apa yang perlu Anda konsumsi, simak 8 panduan berikut:
1. Gabungan energi: zat besi + vitamin C
Selama masa kehamilannya, kebutuhannya akan zat besi hampir dua kali lipat. Untuk mendapatkan lebih banyak manfaat zat besi dari sayuran, seperti buncis, artichoke, dan kacang merah, kombinasikan dengan makanan-makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah –buahan sitrusg, brokoli, paprika, maupun stroberi. Hal ini disebabkan zat besi yang berasal dari tumbuhan tidak diserap seefektif kandungan zat besi dari daging merah, ikan, dan daging unggas. Nah, vitamin C lah yang berfungsi menyerap mineral ini. Salah satu resep yang dapat dicoba: sereal yang diperkaya dengan zat besi dengan topping stroberi.
2. Maksimalkan penyerapan zat besi
Beberapa makanan, termasuk teh, kuning telur, susu, dan kedelai, mengandung senyawa-senyawa yang membatasi penyerapan zat besi. Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, hindari mengonsumsi makanan tersebut bersamaan dengan makanan kaya zat besi seperti daging, unggas, maupun ikan. Ibu hamil khususnya membutuhkan lebih banyak zat besi (dari 18 mg menjadi 27 mg per hari), karena bayi di dalam kandungan juga membutuhkannya.
3. Mengonsumsi asam folat
Perempuan yang sedang hamil, dan khususnya yang sedang merencanakan kehamilan, membutuhkan 400mikrogram asam folat dari suplemen dan makanan yang diperkaya dengan folat sebagai tambahan, seperti sayuran hijau, jeruk, dan gandum utuh. Asam folat adalah vitamin B yang bermanfaat untuk menurunkan resiko cacat tabung saraf (neural tube defects). Perlu diketahui bahwa sebagian besar multivitamin mengandung asam folat, tetapi tidak semua multivitamin tersebut dapat mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil, atau yang sedang merencanakan kehamilan. Cek dulu informasi nutrisi pada label kemasan ketika Anda memilih salah satunya.
4. Mempertahankan kadar cairan dalam tubuh
Kekurangan cairan, dapat membuat Anda merasa lelah dan lemah, jadi, pastikan Anda cukup minum.Pada ibu hamil, volume darah meningkat secara signifikan, sehingga butuh banyak cairan untuk mempertahankannya. Banyak minum air juga dapat membantu pencernaan dan mengurangi sembelit. Cobalah untuk minum air setiap kali Anda makan, dan di sela-sela kegiatan Anda. Anda juga bisa minum jus atau susu sesekali untuk menambah beberapa nutrisi dan kalori yang diperlukan tubuh.
5. Mengatasi sembelit
Salah satu penyakit ibu hamil adalah sembelit. Hal ini disebabkan oleh hormon kehamilan dapat memperlambat pencernaan. Untuk membantu meringankan sembelit, Anda dapat mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat tinggi, seperti sayuran, kacang, gandum utuh, dan sereal bekatul. Selain itu, jangan bosan minum air putih (antara 8 hingga 10 gelas dalam sehari).
6. Jangan lupa asupan kalsium
Kalsium diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Saat Anda hamil, kalsium di dalam tubuh Anda akan diserap oleh janin, terutama bila ia tidak mendapatkannya dari makanan. Anda bisa memilih susu berkalsium tinggi yang non-fat atau low-fat. Yoghurt, keju, butter, dan es krim juga bisa jadi sumber kalsium yang baik.
Selain dari segi pola makan, Anda juga perlu memperhatikan cara Anda menyimpan dan memperlakukan peralatan makan:
7. Suhu aman untuk menyimpan makanan
Riset terbaru menunjukkan bahwa resiko listeriosis -penyakit bawaan makanan yang dapat membahayakan wanita hamil dan janin- akan berkurang banyak ketika makanan didinginkan dalam suhu yang aman. Suhu di dalam lemari pendingin sebaiknya tidak lebih dari 4 derajat Celcius. Hanya gunakan termometer kulkas untuk memastikan suhu yang aman.
8. Menjaga kebersihan tangan dan peralatan memasak
Untuk mengurangi resiko bawaan pada makanan (yang menjadi lebih berbahaya ketika Anda sedang hamil), cuci buah-buahan dan sayuran segar sebelum Anda mengonsumsinya. Pastikan daging dimasak dalam suhu yang tepat. Terutama, bersihkan juga tangan Anda berikut peralatan memasak, entah itu pisau, panci, atau talenan, yang sudah terpapar daging mentah.
Sumber: Eating Well, Editor: din, kompas.com
Untuk mengingatkan kembali apa yang perlu Anda konsumsi, simak 8 panduan berikut:
1. Gabungan energi: zat besi + vitamin C
Selama masa kehamilannya, kebutuhannya akan zat besi hampir dua kali lipat. Untuk mendapatkan lebih banyak manfaat zat besi dari sayuran, seperti buncis, artichoke, dan kacang merah, kombinasikan dengan makanan-makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah –buahan sitrusg, brokoli, paprika, maupun stroberi. Hal ini disebabkan zat besi yang berasal dari tumbuhan tidak diserap seefektif kandungan zat besi dari daging merah, ikan, dan daging unggas. Nah, vitamin C lah yang berfungsi menyerap mineral ini. Salah satu resep yang dapat dicoba: sereal yang diperkaya dengan zat besi dengan topping stroberi.
2. Maksimalkan penyerapan zat besi
Beberapa makanan, termasuk teh, kuning telur, susu, dan kedelai, mengandung senyawa-senyawa yang membatasi penyerapan zat besi. Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, hindari mengonsumsi makanan tersebut bersamaan dengan makanan kaya zat besi seperti daging, unggas, maupun ikan. Ibu hamil khususnya membutuhkan lebih banyak zat besi (dari 18 mg menjadi 27 mg per hari), karena bayi di dalam kandungan juga membutuhkannya.
3. Mengonsumsi asam folat
Perempuan yang sedang hamil, dan khususnya yang sedang merencanakan kehamilan, membutuhkan 400mikrogram asam folat dari suplemen dan makanan yang diperkaya dengan folat sebagai tambahan, seperti sayuran hijau, jeruk, dan gandum utuh. Asam folat adalah vitamin B yang bermanfaat untuk menurunkan resiko cacat tabung saraf (neural tube defects). Perlu diketahui bahwa sebagian besar multivitamin mengandung asam folat, tetapi tidak semua multivitamin tersebut dapat mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil, atau yang sedang merencanakan kehamilan. Cek dulu informasi nutrisi pada label kemasan ketika Anda memilih salah satunya.
4. Mempertahankan kadar cairan dalam tubuh
Kekurangan cairan, dapat membuat Anda merasa lelah dan lemah, jadi, pastikan Anda cukup minum.Pada ibu hamil, volume darah meningkat secara signifikan, sehingga butuh banyak cairan untuk mempertahankannya. Banyak minum air juga dapat membantu pencernaan dan mengurangi sembelit. Cobalah untuk minum air setiap kali Anda makan, dan di sela-sela kegiatan Anda. Anda juga bisa minum jus atau susu sesekali untuk menambah beberapa nutrisi dan kalori yang diperlukan tubuh.
5. Mengatasi sembelit
Salah satu penyakit ibu hamil adalah sembelit. Hal ini disebabkan oleh hormon kehamilan dapat memperlambat pencernaan. Untuk membantu meringankan sembelit, Anda dapat mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat tinggi, seperti sayuran, kacang, gandum utuh, dan sereal bekatul. Selain itu, jangan bosan minum air putih (antara 8 hingga 10 gelas dalam sehari).
6. Jangan lupa asupan kalsium
Kalsium diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Saat Anda hamil, kalsium di dalam tubuh Anda akan diserap oleh janin, terutama bila ia tidak mendapatkannya dari makanan. Anda bisa memilih susu berkalsium tinggi yang non-fat atau low-fat. Yoghurt, keju, butter, dan es krim juga bisa jadi sumber kalsium yang baik.
Selain dari segi pola makan, Anda juga perlu memperhatikan cara Anda menyimpan dan memperlakukan peralatan makan:
7. Suhu aman untuk menyimpan makanan
Riset terbaru menunjukkan bahwa resiko listeriosis -penyakit bawaan makanan yang dapat membahayakan wanita hamil dan janin- akan berkurang banyak ketika makanan didinginkan dalam suhu yang aman. Suhu di dalam lemari pendingin sebaiknya tidak lebih dari 4 derajat Celcius. Hanya gunakan termometer kulkas untuk memastikan suhu yang aman.
8. Menjaga kebersihan tangan dan peralatan memasak
Untuk mengurangi resiko bawaan pada makanan (yang menjadi lebih berbahaya ketika Anda sedang hamil), cuci buah-buahan dan sayuran segar sebelum Anda mengonsumsinya. Pastikan daging dimasak dalam suhu yang tepat. Terutama, bersihkan juga tangan Anda berikut peralatan memasak, entah itu pisau, panci, atau talenan, yang sudah terpapar daging mentah.
Sumber: Eating Well, Editor: din, kompas.com
Ada Banyak Posisi Melahirkan, Berikut 5 Posisi Melahirkan
Selama ini banyak ibu hamil yang beranggapan posisi melahirkan hanya berbaring (litotomi) atau setengah duduk. Padahal nenek moyang dengan segala kearifan lokalnya mempunyai kebiasaan melahirkan dengan cara jongkok atau berdiri. Semua posisi ada kelebihan dan kekurangannya. Anda yang sedang bersiap melahirkan bisa memilih salah satu di antaranya, dengan mengonsultasikannya terlebih dulu pada dokter yang akan membantu persalinan.
Berikut adalah lima pilihan posisi melahirkan (selain berbaring), disarikan dari buku 9 Bulan yang Penuh Keajaiban, karya Annia Kissanti:
1. Setengah duduk. Posisi setengah duduk juga posisi melahirkan yang umum diterapkan di berbagai rumah sakit atau klinik bersalin di Indonesia. Posisi ini mengharuskan ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha dibuka ke arah samping.
Keuntungan: Posisi ini membuat ibu merasa nyaman. Sumbu jalan lahir yang perlu ditempuh untuk bisa keluar lebih pendek. Suplai oksigen dari ibu ke janin berlangsung optimal.
Kekurangan: Posisi ini bisa menyebabkan keluhan pegal di punggung dan kelelahan, apalagi kalau proses persalinannya lama.
2. Lateral (miring). Posisi ini mengharuskan ibu berbaring miring ke kiri atau ke kanan. Salah satu kaki diangkat sedangkan kaki lainnya dalam keadaan lurus. Biasa dilakukan bila posisi kepala bayi belum tepat. Normalnya posisi ubun-ubun bayi berada di depan jalan lahir, menjadi tidak normal bila posisi ubun-ubun berada di belakang atau samping. Miring ke kiri atau ke kanan tergantung posisi ubun-ubun bayi. Jika di kanan, ibu diminta miring ke kanan dengan harapan bayinya akan memutar. Posisi ini juga bisa digunakan bila persalinan berlangsung lama dan ibu sudah kelelahan dengan posisi lainnya.
Keuntungan: Peredaran darah balik ibu mengalir lancar. Pengiriman oksigen dalam darah ibu ke janin melalui plasenta tidak terganggu. Karena tidak terlalu menekan, proses pembukaan berlangsung perlahan-lahan sehingga persalinan relatif lebih nyaman.
Kekurangan: Posisi ini membuat dokter atau bidan sedikit kesulitan membantu proses persalinan. Kepala bayi lebih sulit dipegang atau diarahkan. Bila harus melakukan episiotomi pun posisinya lebih sulit.
3. Berdiri/Setengah jongkok. Dalam satu kesempatan, dr Judi J. Endjun, SpOG, ahli kebidanan dan kandungan bercerita, saat PTT di Timor-Timur (sekarang Timor Leste), ia dibuat tertegun dengan cara wanita sana melahirkan. Ia menyaksikan, sang suami yang istrinya akan melahirkan membakar kayu hingga menjadi bubuk abu, lalu abu itu ditabur di atas lantai rumah. Kemudian dua buah kain digantungkan di atas rumah, tepat di atas abu yang ditebar tadi. Si ibu berpegangan pada kain, dan tak perlu menunggu lama, si bayi langsung lahir dan “mendarat” di atas abu hangat yang steril. Sebuah kearifan lokal yang membuatnya geleng-geleng kepala. Tak hanya di Timor, beberapa suku di China pun ternyata mempunyai kebiasaan yang sama, yakni melahirkan dengan berdiri.
Keuntungan: Posisi ini selaras dengan gaya gravitasi bumi. Sehingga, kekuatan mengejan ibu jauh lebih kuat. Memang, pada posisi berdiri jalan lahir langsung lurus dengan tanah. Seolah-olah ibu menekan tanah dengan kekuatan seluruh tubuhnya. Sehingga dibutuhkan kesiapan semua pihak yang membantu persalinan, jangan sampai bayi “meluncur” terlalu cepat hingga cedera. Supaya hal ini tidak terjadi, biasanya sudah disiapkan bantalan yang empuk dan steril untuk menahan kepala dan tubuh bayi.
Kekurangan: Dokter atau bidan sedikit kesulitan bila harus membantu persalinan melalui episiotomi atau memantau perkembangan pembukaan.
4. Jongkok. Beberapa suku di Indonesia Timur, mulai Lombok Timur hingga Papua, wanitanya mempunyai kebiasaan melahirkan dengan cara jongkok.
Keuntungan: Posisi ini menguntungkan karena pengaruh gravitasi tubuh, ibu tak harus bersusah-payah mengejan. Bayi akan keluar lewat jalan lahir dengan sendirinya.
Kekurangan: Bila tidak disiapkan dengan baik, posisi jongkok amat berpeluang membuat kepala bayi cedera, sebab bayi bisa “meluncur” dengan cepat. Supaya hal ini tidak terjadi, biasanya sudah disiapkan bantalan yang empuk dan steril untuk menahan kepala dan tubuh bayi. Dokter atau bidan pun sedikit kesulitan bila harus membantu persalinan melalui episiotomi atau memantau perkembangan pembukaan.
5. Dalam air. Bisa jadi di Indoensia melahirkan dalam air termasuk hal baru, tetapi di Eropa Timur, terutama di Rusia, cara melahirkan seperti ini sudah sangat lazim. Sampai-sampai muncul anekdot, keunggulan atlet renang Eropa Timur antara lain terbentuk karena sejak lahir bayi-bayi di sana sudah “dipaksa” latihan berenang.
Ketika ibu hamil sudah masuk bukaan 5-6, dengan dibantu dokter atau perawat, ibu hamil dimasukkan ke kolam khusus yang dipastikan kebersihan dan sterilisasinya. Temperatur air harus sesuai dengan suhu tubuh ibu, tidak kurang atau lebih, untuk mencegah terjadinya temperature shock saat bayi meluncur ke air.
Keuntungan: Kelebihan utama melahirkan di air adalah ibu sangat rileks, karena adanya rileksasi semua otot tubuh, terutama otot-otot yang terkait dengan proses persalinan. Mengejan menjadi lebih mudah dan tidak merasakan sakit seperti proses persalinan lainnya. Jangan khawatir bayi akan “tenggelam” begitu lahir, sebab selama dalam kandungan pun sejatinya bayi hidup di dalam air ketuban ibu.
Kekurangan: Risiko air tertelan oleh bayi sangat besar, karena itu proses ini membutuhkan kesiapan semua pihak, baik peralatan yang digunakan maupun dokter kandungan, perawat, atau dokter anak yang langsung mengecek keadaan bayi begitu lahir. Bila prosesnya berlangsung terlalu lama, ibu bisa mengalami hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah.
sumber: Marfuah Panji Astuti/Tabloid Nakita, editor : din, kompas.com
Berikut adalah lima pilihan posisi melahirkan (selain berbaring), disarikan dari buku 9 Bulan yang Penuh Keajaiban, karya Annia Kissanti:
1. Setengah duduk. Posisi setengah duduk juga posisi melahirkan yang umum diterapkan di berbagai rumah sakit atau klinik bersalin di Indonesia. Posisi ini mengharuskan ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha dibuka ke arah samping.
Keuntungan: Posisi ini membuat ibu merasa nyaman. Sumbu jalan lahir yang perlu ditempuh untuk bisa keluar lebih pendek. Suplai oksigen dari ibu ke janin berlangsung optimal.
Kekurangan: Posisi ini bisa menyebabkan keluhan pegal di punggung dan kelelahan, apalagi kalau proses persalinannya lama.
2. Lateral (miring). Posisi ini mengharuskan ibu berbaring miring ke kiri atau ke kanan. Salah satu kaki diangkat sedangkan kaki lainnya dalam keadaan lurus. Biasa dilakukan bila posisi kepala bayi belum tepat. Normalnya posisi ubun-ubun bayi berada di depan jalan lahir, menjadi tidak normal bila posisi ubun-ubun berada di belakang atau samping. Miring ke kiri atau ke kanan tergantung posisi ubun-ubun bayi. Jika di kanan, ibu diminta miring ke kanan dengan harapan bayinya akan memutar. Posisi ini juga bisa digunakan bila persalinan berlangsung lama dan ibu sudah kelelahan dengan posisi lainnya.
Keuntungan: Peredaran darah balik ibu mengalir lancar. Pengiriman oksigen dalam darah ibu ke janin melalui plasenta tidak terganggu. Karena tidak terlalu menekan, proses pembukaan berlangsung perlahan-lahan sehingga persalinan relatif lebih nyaman.
Kekurangan: Posisi ini membuat dokter atau bidan sedikit kesulitan membantu proses persalinan. Kepala bayi lebih sulit dipegang atau diarahkan. Bila harus melakukan episiotomi pun posisinya lebih sulit.
3. Berdiri/Setengah jongkok. Dalam satu kesempatan, dr Judi J. Endjun, SpOG, ahli kebidanan dan kandungan bercerita, saat PTT di Timor-Timur (sekarang Timor Leste), ia dibuat tertegun dengan cara wanita sana melahirkan. Ia menyaksikan, sang suami yang istrinya akan melahirkan membakar kayu hingga menjadi bubuk abu, lalu abu itu ditabur di atas lantai rumah. Kemudian dua buah kain digantungkan di atas rumah, tepat di atas abu yang ditebar tadi. Si ibu berpegangan pada kain, dan tak perlu menunggu lama, si bayi langsung lahir dan “mendarat” di atas abu hangat yang steril. Sebuah kearifan lokal yang membuatnya geleng-geleng kepala. Tak hanya di Timor, beberapa suku di China pun ternyata mempunyai kebiasaan yang sama, yakni melahirkan dengan berdiri.
Keuntungan: Posisi ini selaras dengan gaya gravitasi bumi. Sehingga, kekuatan mengejan ibu jauh lebih kuat. Memang, pada posisi berdiri jalan lahir langsung lurus dengan tanah. Seolah-olah ibu menekan tanah dengan kekuatan seluruh tubuhnya. Sehingga dibutuhkan kesiapan semua pihak yang membantu persalinan, jangan sampai bayi “meluncur” terlalu cepat hingga cedera. Supaya hal ini tidak terjadi, biasanya sudah disiapkan bantalan yang empuk dan steril untuk menahan kepala dan tubuh bayi.
Kekurangan: Dokter atau bidan sedikit kesulitan bila harus membantu persalinan melalui episiotomi atau memantau perkembangan pembukaan.
4. Jongkok. Beberapa suku di Indonesia Timur, mulai Lombok Timur hingga Papua, wanitanya mempunyai kebiasaan melahirkan dengan cara jongkok.
Keuntungan: Posisi ini menguntungkan karena pengaruh gravitasi tubuh, ibu tak harus bersusah-payah mengejan. Bayi akan keluar lewat jalan lahir dengan sendirinya.
Kekurangan: Bila tidak disiapkan dengan baik, posisi jongkok amat berpeluang membuat kepala bayi cedera, sebab bayi bisa “meluncur” dengan cepat. Supaya hal ini tidak terjadi, biasanya sudah disiapkan bantalan yang empuk dan steril untuk menahan kepala dan tubuh bayi. Dokter atau bidan pun sedikit kesulitan bila harus membantu persalinan melalui episiotomi atau memantau perkembangan pembukaan.
5. Dalam air. Bisa jadi di Indoensia melahirkan dalam air termasuk hal baru, tetapi di Eropa Timur, terutama di Rusia, cara melahirkan seperti ini sudah sangat lazim. Sampai-sampai muncul anekdot, keunggulan atlet renang Eropa Timur antara lain terbentuk karena sejak lahir bayi-bayi di sana sudah “dipaksa” latihan berenang.
Ketika ibu hamil sudah masuk bukaan 5-6, dengan dibantu dokter atau perawat, ibu hamil dimasukkan ke kolam khusus yang dipastikan kebersihan dan sterilisasinya. Temperatur air harus sesuai dengan suhu tubuh ibu, tidak kurang atau lebih, untuk mencegah terjadinya temperature shock saat bayi meluncur ke air.
Keuntungan: Kelebihan utama melahirkan di air adalah ibu sangat rileks, karena adanya rileksasi semua otot tubuh, terutama otot-otot yang terkait dengan proses persalinan. Mengejan menjadi lebih mudah dan tidak merasakan sakit seperti proses persalinan lainnya. Jangan khawatir bayi akan “tenggelam” begitu lahir, sebab selama dalam kandungan pun sejatinya bayi hidup di dalam air ketuban ibu.
Kekurangan: Risiko air tertelan oleh bayi sangat besar, karena itu proses ini membutuhkan kesiapan semua pihak, baik peralatan yang digunakan maupun dokter kandungan, perawat, atau dokter anak yang langsung mengecek keadaan bayi begitu lahir. Bila prosesnya berlangsung terlalu lama, ibu bisa mengalami hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah.
sumber: Marfuah Panji Astuti/Tabloid Nakita, editor : din, kompas.com
8 Tips Cegah Kuguguran Berulang
Mengalami keguguran berulang akan menimbulkan luka emosional dan fisik bagi perempuan. Namun bukan berarti perempuan yang mengalami keguguran tak bisa memiliki kehamilan yang sukses. Ketahui cara mencegah keguguran berulang.
Keguguran terjadi jika ibu hamil kehilangan kehamilannya yang berusia kurang dari 20 minggu. Secara emosi kadang timbul perasaan bersalah dan juga keraguan terhadap diri perempuan yang keguguran.
Penyebab keguguran ini beragam seperti adanya kromosom yang abnormal pada janin, penyakit genetik yang diwariskan, usia ibu yang sudah berada di atas 35 tahun, kondisi rahim yang tidak normal, kelainan metabolisme dan hormon, gangguan autoimun dan juga adanya gangguan pembekuan darah.
Ketika seseorang mengalami dua kali atau lebih keguguran di trimester pertama atau satu kali keguguran di trimester kedua, maka harus ada evaluasi dari dokter kandungan. Pemeriksaannya mencakup tes darah, USG rahim, histeroskopi (melihat rahim melalui leher rahim) dan biopsi endometrium.
Dikutip dari Health.MSN, jika penyebabnya diketahui dan diobati maka tingkat keberhasilan kehamilan perempuan yang pernah keguguran bisa meningkat hingga 90 persen.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendukung kehamilan yang sehat dan mencegah terjadi keguguran kembali yaitu:
1. Mengonsumsi makanan yang seimbang dan juga bergizi, serta mengambil manfaat dari asam folat.
2. Menghentikan kebiasaan minum alkohol, merokok dan juga menghindari paparan asap rokok.
3. Melakukan olahraga teratur, terutama latihan yang memiliki intensitas rendah seperti berjalan kaki.
4. Menjaga berat badan agar tetap sehat dan tidak berlebihan.
5. Mengurangi konsumsi kafein yang terdapat dalam berbagai minuman dan makanan.
6. Menanyakan pada dokter atau apoteker jika ingin mengonsumsi obat yang dijual bebas atau obat resep yang diberikan.
7. Menghindari terkena paparan radiasi atau zat kimia yang bisa berbahaya, terutama jika pekerjaannya berhubungan dengan radiasi.
8. Menjaga kebersihan dan kesehatan dari hewan peliharaan.
Berapa lama waktu yang harus ditunggu seseorang sebelum akhirnya memutuskan untuk hamil kembali tergantung dari diri setiap orang.
Para ahli menyarankan agar seseorang menunggu hingga ia mendapatkan satu atau dua kali siklus menstruasi yang teratur. Selain itu juga memberikan waktu untuk memulihkan emosi dirinya.
sumber: Vera Farah Bararah – detikHealth
Keguguran terjadi jika ibu hamil kehilangan kehamilannya yang berusia kurang dari 20 minggu. Secara emosi kadang timbul perasaan bersalah dan juga keraguan terhadap diri perempuan yang keguguran.
Penyebab keguguran ini beragam seperti adanya kromosom yang abnormal pada janin, penyakit genetik yang diwariskan, usia ibu yang sudah berada di atas 35 tahun, kondisi rahim yang tidak normal, kelainan metabolisme dan hormon, gangguan autoimun dan juga adanya gangguan pembekuan darah.
Ketika seseorang mengalami dua kali atau lebih keguguran di trimester pertama atau satu kali keguguran di trimester kedua, maka harus ada evaluasi dari dokter kandungan. Pemeriksaannya mencakup tes darah, USG rahim, histeroskopi (melihat rahim melalui leher rahim) dan biopsi endometrium.
Dikutip dari Health.MSN, jika penyebabnya diketahui dan diobati maka tingkat keberhasilan kehamilan perempuan yang pernah keguguran bisa meningkat hingga 90 persen.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendukung kehamilan yang sehat dan mencegah terjadi keguguran kembali yaitu:
1. Mengonsumsi makanan yang seimbang dan juga bergizi, serta mengambil manfaat dari asam folat.
2. Menghentikan kebiasaan minum alkohol, merokok dan juga menghindari paparan asap rokok.
3. Melakukan olahraga teratur, terutama latihan yang memiliki intensitas rendah seperti berjalan kaki.
4. Menjaga berat badan agar tetap sehat dan tidak berlebihan.
5. Mengurangi konsumsi kafein yang terdapat dalam berbagai minuman dan makanan.
6. Menanyakan pada dokter atau apoteker jika ingin mengonsumsi obat yang dijual bebas atau obat resep yang diberikan.
7. Menghindari terkena paparan radiasi atau zat kimia yang bisa berbahaya, terutama jika pekerjaannya berhubungan dengan radiasi.
8. Menjaga kebersihan dan kesehatan dari hewan peliharaan.
Berapa lama waktu yang harus ditunggu seseorang sebelum akhirnya memutuskan untuk hamil kembali tergantung dari diri setiap orang.
Para ahli menyarankan agar seseorang menunggu hingga ia mendapatkan satu atau dua kali siklus menstruasi yang teratur. Selain itu juga memberikan waktu untuk memulihkan emosi dirinya.
sumber: Vera Farah Bararah – detikHealth
5 Kursus Persiapan Kelahiran Yang Perlu Diikuti
Melahirkan dan merawat bayi adalah momen yang tak terlupakan. Segala persiapan dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik. Apalagi kalau ini adalah pengalaman pertama, yang pasti akan membuat deg-degan siapa saja. Salah satu persiapannya adalah melalui kursus persiapan kelahiran yang kini marak diselenggarakan berbagai rumah sakit.
Kursus persiapan kelahiran perlu diikuti, karena saat ini makin banyak laki-laki yang sadar bahwa perawatan bayi adalah tanggung jawab bersama antara suami-istri. Tak ada lagi cerita, ibu sibuk menyusui, mengganti popok, sementara si ayah tetap asyik nonton TV atau tertidur pulas. Para suami ini membutuhkan “ilmu” untuk ikut mengurus si kecil. Ada yang merasa pede dengan hanya melihat istri melakukannya, tapi banyak juga yang kemudian mengambil bagian di kursus-kursus ini.
Apa saja yang diajarkan?
Beragam pilihan ditawarkan, Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan. Berikut beberapa di antaranya?
Senam hamil. Senam hamil sangat dianjurkan untuk membantu proses persalinan agar berjalan lancar. Disarankan mulai masa kehamilan 6-9 bulan. Supaya hasilnya optimal, sebaiknya senam hamil dilakukan rutin.
Manfaat:
1. Melatih dan memperkuat otot sendi, terutama otot bagian perut dan tulang punggung. Kedua otot ini memiliki fungsi penting pada proses persalinan.
2. Menjadikan tubuh lebih rileks, membantu mengatasi stres dan rasa sakit pada saat kontraksi.
3. Membentuk postur tubuh dan melatih sikap tubuh agar terhindar dari sakit pinggang dan punggung selama kehamilan serta mengurangi keluhan-keluhannya.
4. Menjaga kebugaran selama masa kehamilan.
5. Memperlancar peredaran darah.
6. Melatih teknik pernafasan agar persalinan berjalan lancar.
7. Ibu yang pernah mengalami kesulitan pada proses persalinan anak sebelumnya, sangat dianjurkan mengikuti senam hamil.
Perawatan bayi. Meski tampak sederhana, banyak orangtua, apalagi yang baru, merasa takut untuk melakukan perawatan-perawatan berikut ini, terutama pada bayi yang baru lahir.
Manfaat:
1. Tahu teori dan praktik yang benar bagaimana memandikan, membedong dan persiapannya, perawatan tali pusat.
2. Tahu peralatan apa saja yang dibutuhkan.
3. Dapat tip-tip praktis seputar apa yang harus diperhatikan supaya bayi tidak kedinginan selama dimandikan, bagaimana tanda-tanda perdarahan, dan infeksi di tali pusat.
4. Konsultasi gizi untuk ibu hamil.
Pijat bayi. Pijat bayi merupakan terapi sentuh tertua yang dikenal manusia. Pijat bayi terbukti sebagai terapi ilmiah yang murah, mudah, bermanfaat, dan bisa dilakukan sendiri oleh orangtua asal menguasai tekniknya.
Manfaat:
1. Tahu teknik memijat bayi dengan benar. Bagaimana caranya, penekanannya, titik-titik bermanfaat, dan sebagainya. Pemijatan yang benar akan memperlancar peredaran darah dan suplai oksigen ke sel-sel tubuh, rileksasi, stimulasi otot, meningkatkan hormon pertumbuhan, dan sebagainya.
2. Tahu persiapan perlengkapan dan ruangan untuk pijat bayi.
3. Dapat tip-tip apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pemijatan.
Manajemen laktasi. Secara alami setelah melahirkan ibu akan mengeluarkan ASI. Namun karena satu dan lain hal ada saja kendala yang menyebabkan pemberian ASI menjadi terhambat. Melalui manajemen laktasi diharapkan masalah tersebut dapat teratasi.
Manfaat:
1. Mendapat penjelasan lengkap mengenai manfaat ASI.
2. Paham langkah-langkah persiapan pemberian ASI.
3. Belajar teknik pemberian ASI yang benar, kenal aneka masalah dan cara menyiasatinya.
4. Dapat tip-tip perawatan payudara.
5. Tahu trik pemberian ASI bagi ibu bekerja.
Hypnobirthing. Hypnobirthing merupakan suatu metode rileksasi mendalam untuk ibu hamil yang bertujuan mempersiapkan proses kelahiran normal yang lancar, nyaman dengan rasa sakit yang minimum. Teknik ini mampu memicu hormon endorfin yang merupakan hormon penghilang sakit alami tubuh.
Manfaat:
1. Tenang menghadapi kelahiran bayi secara alami, lancar, dan nyaman.
2. Meningkatkan produksi ASI.
3. Mencegah depresi pascabersalin.
Sumber:
Kursus Singkat Persiapan Calon Ibu, RSIA Tambak, Jakarta
Dr Fitria Rosyada Rachmawati, dari RS Medika Permata Hijau, Jakarta
(Tabloid Nakita/Marfuah Panji Astuti)
kompas.com
Kursus persiapan kelahiran perlu diikuti, karena saat ini makin banyak laki-laki yang sadar bahwa perawatan bayi adalah tanggung jawab bersama antara suami-istri. Tak ada lagi cerita, ibu sibuk menyusui, mengganti popok, sementara si ayah tetap asyik nonton TV atau tertidur pulas. Para suami ini membutuhkan “ilmu” untuk ikut mengurus si kecil. Ada yang merasa pede dengan hanya melihat istri melakukannya, tapi banyak juga yang kemudian mengambil bagian di kursus-kursus ini.
Apa saja yang diajarkan?
Beragam pilihan ditawarkan, Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan. Berikut beberapa di antaranya?
Senam hamil. Senam hamil sangat dianjurkan untuk membantu proses persalinan agar berjalan lancar. Disarankan mulai masa kehamilan 6-9 bulan. Supaya hasilnya optimal, sebaiknya senam hamil dilakukan rutin.
Manfaat:
1. Melatih dan memperkuat otot sendi, terutama otot bagian perut dan tulang punggung. Kedua otot ini memiliki fungsi penting pada proses persalinan.
2. Menjadikan tubuh lebih rileks, membantu mengatasi stres dan rasa sakit pada saat kontraksi.
3. Membentuk postur tubuh dan melatih sikap tubuh agar terhindar dari sakit pinggang dan punggung selama kehamilan serta mengurangi keluhan-keluhannya.
4. Menjaga kebugaran selama masa kehamilan.
5. Memperlancar peredaran darah.
6. Melatih teknik pernafasan agar persalinan berjalan lancar.
7. Ibu yang pernah mengalami kesulitan pada proses persalinan anak sebelumnya, sangat dianjurkan mengikuti senam hamil.
Perawatan bayi. Meski tampak sederhana, banyak orangtua, apalagi yang baru, merasa takut untuk melakukan perawatan-perawatan berikut ini, terutama pada bayi yang baru lahir.
Manfaat:
1. Tahu teori dan praktik yang benar bagaimana memandikan, membedong dan persiapannya, perawatan tali pusat.
2. Tahu peralatan apa saja yang dibutuhkan.
3. Dapat tip-tip praktis seputar apa yang harus diperhatikan supaya bayi tidak kedinginan selama dimandikan, bagaimana tanda-tanda perdarahan, dan infeksi di tali pusat.
4. Konsultasi gizi untuk ibu hamil.
Pijat bayi. Pijat bayi merupakan terapi sentuh tertua yang dikenal manusia. Pijat bayi terbukti sebagai terapi ilmiah yang murah, mudah, bermanfaat, dan bisa dilakukan sendiri oleh orangtua asal menguasai tekniknya.
Manfaat:
1. Tahu teknik memijat bayi dengan benar. Bagaimana caranya, penekanannya, titik-titik bermanfaat, dan sebagainya. Pemijatan yang benar akan memperlancar peredaran darah dan suplai oksigen ke sel-sel tubuh, rileksasi, stimulasi otot, meningkatkan hormon pertumbuhan, dan sebagainya.
2. Tahu persiapan perlengkapan dan ruangan untuk pijat bayi.
3. Dapat tip-tip apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pemijatan.
Manajemen laktasi. Secara alami setelah melahirkan ibu akan mengeluarkan ASI. Namun karena satu dan lain hal ada saja kendala yang menyebabkan pemberian ASI menjadi terhambat. Melalui manajemen laktasi diharapkan masalah tersebut dapat teratasi.
Manfaat:
1. Mendapat penjelasan lengkap mengenai manfaat ASI.
2. Paham langkah-langkah persiapan pemberian ASI.
3. Belajar teknik pemberian ASI yang benar, kenal aneka masalah dan cara menyiasatinya.
4. Dapat tip-tip perawatan payudara.
5. Tahu trik pemberian ASI bagi ibu bekerja.
Hypnobirthing. Hypnobirthing merupakan suatu metode rileksasi mendalam untuk ibu hamil yang bertujuan mempersiapkan proses kelahiran normal yang lancar, nyaman dengan rasa sakit yang minimum. Teknik ini mampu memicu hormon endorfin yang merupakan hormon penghilang sakit alami tubuh.
Manfaat:
1. Tenang menghadapi kelahiran bayi secara alami, lancar, dan nyaman.
2. Meningkatkan produksi ASI.
3. Mencegah depresi pascabersalin.
Sumber:
Kursus Singkat Persiapan Calon Ibu, RSIA Tambak, Jakarta
Dr Fitria Rosyada Rachmawati, dari RS Medika Permata Hijau, Jakarta
(Tabloid Nakita/Marfuah Panji Astuti)
kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)





